Dampak TIK terhadap masa kini dapat diambil dari Media Sosial Instagram yaitu banyak sekali info yang dapat kita dapatkan dari aplikasi digital tersebut. Info yang beredar sangatlah mudah untuk kita dapatkan namun kita harus pintar untuk memilih mana yang benar dan mana yang salah/hoax.
Dapat kita ambil contoh adalah berita tentang destinasi wisata jalan-jalan. Banyak sekali akun instagram yang membagikan tentang lokasi mana saja yang dapat dikunjungi untuk berwisata, tetapi kita harus pandai untuk memilih mana yang merupakan informasi asli dan mana yang hoax. Karena banyak sekali akun-akun yang hanya mau untung, kemudian setelah melakukan pembayaran tidak ada kabar lagi dari pihak destinasi wisata tersebut.
Tetapi banyak juga akun-akun yang benar-benar amanah terhadap apa yang mereka bagikan di akun instagram. Seperti akun @villatampomas yang merupakan tempat penginapan yang berada di daerah Bogor. Mereka mempunyai kamar yang nyaman dan foto-foto yang mereka unggah merupakan foto asli, jadi ketika kita memesan kamar disana sudah terjamin ke-asliannya.
Pada saat ini kita dapat berkomunikasi untuk memesan kamar penginapan tanpa lewat telephone untuk berkomunikasi, kita dapat melalui direct message untuk mencari informasi yang lebih jelas mengenai tempat wisata tersebut. Di instagram juga bukan hanya informasi mengenai destinasi wisata tetapi banyak juga akun-akun yang mengunggah produk baju-baju buatan mereka hingga baju-baju yang dari luar negri.
Baju-baju ini dapat kita miliki dengan mudah juga tentunya karena di masa sekarang sudah bisa berkomunikasi jarak jauh dengan salah satunya instagram. Tetapi untuk pakaian biasanya akan lebih susah untuk kita pastikan apakah dia asli atau palsu. Karena banyak sekali orang-orang yang menyebarkan berita bahwa produk yang mereka jual mempunyai kualitas yang bagus dengan harga yang murah.
Tips untuk memilih produk yang benar ke-asliannya adalah dengan cara melihat terlebih dahulu apakah ulasan dari para pembeli memberikan ulasan yang baik atau buruk, kemudian kita dapat melihat dari jumlah pengikut pada akun tersebut. Tetapi jumlah pengikut tidak dapat dijadikan tolak ukur yang kuat, karena banyak sekali akun yang ‘membeli’ pengikut untuk ke untungan mereka.
Sekian dari saya Raisya Nabila kelas X MIPA 7 di SMAN 1 Bekasi, apabila ada salah kata maupun informasi yang salah mohon di maafkan. Terimakasih🙏🏻
Tidak ada komentar:
Posting Komentar